Ajang fashion terbesar yang diselenggarakan oleh Asosiasi Perancang Pengusaha Mode (APPMI) Jawa Tengah setiap 1 tahun sekali yaitu Semarang Fashion Parade, pada tahun ini turut menggandeng perumahan CitraGrand Semarang sebagai salah satu sponsorship utama dalam acara ini.  Semarang Fashion Parade 2015 menjadi ajang untuk para designer baik muda dan professional untuk unjuk karya memamerkan koleksi rancangannya di hadapan khalayak. Acara yang bertema ‘Resistance Persistence’ ini diselenggarakan di Gumaya Tower Hotel Semarang, 31 Oktober 2015 dengan diikuti 11 designer muda dan 18 designer professional.

Pada tahun ini, Resistance (Perlawanan) menjadi tema besar tren desain tahun 2016/2017. Tema itu didapat dari mengidentifikasi tren pendorong berdasarkan metode sejarah. Pada metode ini, orang bisa melihat kejadian-kejadian besar dunia yang profitabilitasnya mempengaruhi tren. Dengan demikian, mereka bisa mendapatkan citra visual yang dijadikan tema utama tren (impulse) dan turunannya. Pada tahun 2016/2017 nanti, manusia akan terus dihadapkan pada tantangan yang dapat mengganggu keberlangsungan hidup manusia. Tantangan tersebut antara lain kelangkaan sumber daya alam, penurunan kualitas hidup, perubahan iklim yang merusak habitat, dan gejolak politik. Semua faktor tersebut akan mempengaruhi tren ke depan.

Sebagai sponsorship, CitraGrand Semarang berkesempatan untuk menjadi tuan rumah dalam pemotretan model yang mengenakan baju hasil rancangan para designer. Foto-foto ini juga dicetak ke dalam 500 booklet yang dibagikan kepada seluruh tamu yang menghadiri acara. Berikut adalah dokumentasi dari model yang melakukan sesi pemotretan di CitraGrand :

Sesi Pemotretan di CitraGrand

Selain melakukan sebagai tuan rumah sesi pemotretan, CitraGrand juga diberikan space pada saat acara untuk membuka stand dan membagikan brosur pada masing-masing goody bag. Pada saat acara berlangsung, logo dan  video company profile milik CitraGrand juga ikut ditayangkan pada layar lebar di panggung Semarang Fashion Parade 2015. Tamu yang diundang sendiri kurang lebih sekitar 1000 tamu undangan mulai dari yang session pertama pada jam 16.00 WIB dan session kedua pada jam 19.00 WIB. Berikut dokumentasi keseruan pada acara Semarang Fashion Parade 2015.

Semarang Fashion Parade

Dalam acara tersebut juga dihadiri oleh Calon Wakil Walikota Semarang, Hevearita Gunaryanti Rahayu yang akrab disapa Ita. Wanita dengan ciri khas kemeja putih dan kerudung merah tersebut berharap para desainer Semarang juga ikut mengharumkan nama kota Semarang dikancah nasional maupun internasional. Bukan tidak mungkin desainer asal Semarang nantinya go international.

Imbuhnya, dengan bergairahnya dunia rancang busana di Semarang, perekonomian juga ikut terangkat. Dia mencontohkan, jika desainer gemar menggunakan bahan baku batik dalam rancangannya, maka para pengrajin batik juga ikut terangkat.

Pendiri utama APPMI, Poppy Susanti  Dharsono berharap event yang digelar setiap tahun itu dapat meningkatkan posisi tawar para desainer sekaligus meningkatkan perekonomian mereka. Dia menyebutkan, kekayaan ragam busana di Jawa tengah sudah cukup dikenal. Kreasi batik di Jawa Tengah misalnya, sudah mendapat penghargaan internasional.